Keahlian teknis dalam melacak angka tidaklah cukup; kunci utama dalam mengungkap fraud seringkali terletak pada kemampuan auditor forensik untuk membongkar kebenaran melalui komunikasi lisan. Menanggapi kebutuhan kritis ini, Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) Yugumuak sukses menyelenggarakan webinar eksklusif bertajuk "Kiat Sukses Investigative Interviewing". Webinar ini menyoroti bahwa wawancara investigatif yang efektif adalah seni dan sains, yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi krusial dari saksi atau terduga tanpa menggunakan tekanan atau metode interogasi yang tidak etis, sehingga menghasilkan bukti pengakuan yang valid dan dapat dipertahankan di pengadilan.

Dalam sesi tersebut, dibahas secara mendalam metodologi wawancara investigatif modern, seperti teknik Cognitive Interviewing atau pendekatan berbasis bukti. Para peserta, yang terdiri dari auditor forensik bersertifikasi CFrA dan praktisi hukum, dibekali strategi praktis untuk mengenali tanda-tanda kecurangan non-verbal, cara menyusun pertanyaan yang netral namun efektif, dan pentingnya mendengarkan secara aktif. Fokus utamanya adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga subjek wawancara merasa nyaman untuk memberikan informasi secara sukarela, yang merupakan standar tertinggi dalam pengumpulan bukti kesaksian.

AAFI Yugumuak menekankan bahwa hasil dari wawancara investigatif yang sukses sangat menentukan arah dan keberhasilan suatu kasus. Sebuah wawancara yang buruk dapat merusak kredibilitas saksi atau bahkan membuat bukti yang diperoleh menjadi tidak sah di pengadilan. Oleh karena itu, pelatihan yang diselenggarakan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap auditor forensik CFrA memiliki kemampuan psikologis dan komunikasi yang diperlukan untuk mendapatkan data beyond the numbers, yakni informasi personal dan motivasi di balik tindakan fraud tersebut.

Dengan menyediakan platform pendidikan berkelanjutan seperti webinar ini, AAFI Yugumuak menegaskan peran vitalnya dalam menjaga kualitas profesionalisme auditor forensik di Indonesia. Peningkatan kemampuan dalam investigative interviewing ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan fakta, meningkatkan tingkat keberhasilan penuntutan kasus fraud dan korupsi, serta pada akhirnya, memperkuat integritas sistem keuangan negara.